Tanggul retensi di kawasan Lamicitra, Pelabuhan Semarang, jebol akibat hujan deras dan pasang laut tinggi, menyebabkan genangan air merendam pemukiman.
Pemerintah Kota Semarang melalui BPBD mengevakuasi warga terdampak, menyiapkan posko darurat, dan mengerahkan perahu karet serta pompa air untuk menyalurkan kelebihan air. Fasilitas publik dan akses transportasi juga terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini hanya ada di Jawa Indonesia.
Lamicitra Semarang Tergenang Air
Tanggul retensi di kawasan Lamicitra, Pelabuhan Semarang, jebol pada Kamis pagi, menyebabkan luapan air menggenangi pemukiman warga sekitar. Peristiwa ini terjadi setelah intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir dan pasang laut yang tinggi, sehingga volume air di tanggul retensi melampaui kapasitas.
Pemerintah kota Semarang melalui BPBD langsung meninjau lokasi dan menyiapkan tim tanggap darurat. Sejumlah perahu karet dan pompa air dikerahkan untuk menyalurkan kelebihan air ke sungai besar yang terhubung dengan muara laut. Warga dihimbau untuk tetap waspada dan menghindari area tanggul yang jebol karena berisiko ambruk lebih luas.
Selain pemukiman, beberapa fasilitas publik juga terdampak, termasuk jalan lingkungan, akses transportasi darat, dan saluran listrik yang sebagian terendam. Tim PLN setempat menurunkan petugas untuk memastikan jaringan listrik aman dan meminimalkan risiko korsleting.
Penyebab Tanggul Jebol dan Kondisi Debit Air
Hujan deras yang terjadi sejak Selasa malam menjadi salah satu faktor utama jebolnya tanggul. Selain itu, tanggul retensi yang sudah menua mengalami pengeroposan akibat sedimentasi dan minimnya perawatan rutin. Ahli hidrologi lokal menyebut bahwa kondisi ini memperbesar risiko luapan air ketika curah hujan ekstrem terjadi.
Debit air di tanggul retensi saat ini masih tinggi, meski sebagian air sudah dialirkan ke saluran tambahan. Ketinggian air mencapai lebih dari dua meter di beberapa titik, sehingga berpotensi memperparah genangan di wilayah rendah. Petugas masih terus memantau debit air menggunakan sensor dan tim lapangan untuk antisipasi jebol susulan.
Warga di sekitar tanggul juga diminta untuk waspada terhadap longsoran tanah di area tanggul. Pemerintah daerah memperingatkan bahwa pergerakan tanah yang tidak stabil bisa menimbulkan risiko tambahan, sehingga warga harus menjauhi area terdampak sampai tanggul diperkuat.
Baca Juga:Â Tanggul Sungai Bremi Jebol, Ratusan Rumah Warga Pekalongan Terendam Banjir
Penanganan Darurat dan Evakuasi
BPBD Kota Semarang telah menyiapkan posko darurat di lokasi aman untuk menampung warga terdampak. Makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, dan selimut telah didistribusikan kepada pengungsi. Tim SAR dan relawan bekerja sama mengevakuasi warga lanjut usia dan anak-anak yang kesulitan berjalan di tengah genangan air.
Selain itu, armada perahu karet dikerahkan untuk menyalurkan bantuan logistik ke rumah-rumah yang terisolasi. Warga juga diarahkan untuk tetap berada di titik evakuasi hingga tanggul diperkuat dan debit air menurun. Pemerintah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan proses evakuasi berjalan tertib dan aman.
Kerjasama lintas sektor, termasuk TNI dan Polri, menjadi kunci dalam operasi tanggap darurat. Tim medis juga siap sedia menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat terendam air, termasuk hipotermia dan penyakit kulit.
Tindakan Perbaikan dan Upaya Mitigasi
Pemerintah kota Semarang berencana memperkuat tanggul retensi dengan bahan beton dan peninggian tanggul di titik-titik rawan. Pembersihan sedimentasi dan perbaikan saluran air juga dilakukan agar aliran air lebih lancar dan risiko jebol dapat diminimalkan di masa depan.
Selain itu, program pemantauan intensif debit air menggunakan sensor digital akan diterapkan di seluruh tanggul retensi. Hal ini diharapkan bisa memberikan peringatan dini kepada warga sebelum terjadi luapan besar. Pendekatan ini juga melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari sistem kewaspadaan banjir.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com

