Home / Masyarakat & Kisah Lokal / BPN Magelang Didemo Warga Sambeng Soal Tanah Tol Jogja-Bawen

BPN Magelang Didemo Warga Sambeng Soal Tanah Tol Jogja-Bawen

BPN Magelang Didemo Warga Sambeng Soal Tanah Tol Jogja-Bawen
Bagikan

Ratusan warga Desa Sambeng, Borobudur, Magelang, menunjukkan keberanian luar biasa dengan mendatangi kantor ATR/BPN Kabupaten Magelang. ​

BPN Magelang Didemo Warga Sambeng Soal Tanah Tol Jogja-Bawen

Mereka membawa tekad bulat menolak rencana penambangan tanah uruk untuk proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, yang dianggap mengancam keberlangsungan hidup dan warisan budaya mereka.​ Berikut ini, Jawa Indonesia akan menjadi simbol perlawanan masyarakat adat terhadap pembangunan yang abai pada dampak lingkungan dan sosial.

Dugaan Pemalsuan Dokumen Dan Suara Warga Yang Terbungkam

Warga Sambeng mengungkapkan kekecewaan mendalam atas dugaan pemalsuan dokumen persetujuan penambangan tanah. Menurut pendamping warga dari LBH Jogja, Royan Juliazka Chandrajaya, daftar 45 nama warga yang disebut menyetujui, ternyata tidak ada satu pun yang menandatangani. Bahkan, ironisnya, dua nama yang tercantum sudah meninggal dunia.

Dugaan pemalsuan ini memicu amarah warga, yang merasa hak-hak mereka diabaikan. Royan menjelaskan bahwa proses Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) seharusnya mempertimbangkan tata ruang dan kelayakan lokasi. Namun, indikasi pemalsuan dokumen ini menunjukkan adanya upaya untuk memuluskan izin tanpa persetujuan sah dari masyarakat.

Temuan ini mengindikasikan pelanggaran serius terhadap prosedur perizinan dan kepercayaan publik. Keberadaan nama-nama warga yang sudah tiada dalam daftar persetujuan menjadi bukti nyata bahwa proses pengadaan tanah ini cacat hukum dan berpotensi merugikan banyak pihak.

Ancaman Terhadap Kawasan Cagar Budaya Dan Lingkungan Hidup

Royan Juliazka Chandrajaya menegaskan bahwa Desa Sambeng masuk dalam kawasan SP 2 (Sub Kawasan Pelestarian) Borobudur, yang merupakan cagar budaya. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 58 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan Borobudur, penambangan di wilayah tersebut seharusnya tidak diizinkan karena berpotensi merusak situs sejarah dan lingkungan.

Penolakan warga bukan tanpa alasan kuat. Selain status cagar budaya, lahan di Desa Sambeng juga merupakan sumber mata pencarian utama bagi sebagian besar penduduk. Tanah produktif ini menjadi tulang punggung ekonomi, dan penambangan akan merampas hak mereka untuk hidup layak serta keberlanjutan pertanian.

Khairul Hamzah dari Paguyuban Gema Pelita Sambeng menambahkan, penambangan bukit akan berdampak fatal pada sumber mata air yang menghidupi enam dusun. Risiko banjir, erosi, dan polusi debu mengancam kesehatan dan keselamatan warga. Perubahan ekosistem akibat pengerukan tanah juga akan mengganggu keseimbangan alam.

Baca Juga: Tanggul Retensi Lamicitra Semarang Jebol, Warga Terpaksa Dievakuasi

Solidaritas Warga Melawan Mafia Tanah

Solidaritas Warga Melawan Mafia Tanah

Meskipun bukan demonstrasi besar-besaran, antusiasme warga Sambeng untuk menyampaikan penolakan sangat tinggi. Mereka datang setelah salat Jumat, sebagian besar mengenakan sarung, menunjukkan kesederhanaan namun dengan tekad baja. Mereka membawa empat dokumen penolakan, termasuk surat bantahan administratif kolektif dan surat pernyataan individu dari 45 warga yang namanya dicatut.

Dukungan juga datang dari pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambeng. Berita acara pertemuan antara warga, Pemdes, dan BPD menegaskan penolakan terhadap penambangan tanah uruk. Bahkan, Kepala Desa Sambeng telah mengeluarkan surat pernyataan resmi yang menolak keras rencana tersebut.

Pertemuan sebelumnya pada 14 Juli 2025 yang difasilitasi Pemdes juga menunjukkan kesepakatan bulat warga untuk menolak penambangan. Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 100 warga, perwakilan perusahaan, Kapolsek, Satpol PP, dan instansi lain, tidak ada satu pun warga yang bersedia lahannya dijadikan tanah uruk, meskipun ditawarkan kompensasi.

Respon BPN, Aspirasi Warga Akan Dibahas Dalam Forum Tata Ruang

Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Kabupaten Magelang, Adi Cahyanto, menanggapi kedatangan warga dengan menyatakan bahwa aspirasi mereka akan dibahas dalam forum bersama pemerintah daerah. PTP dianggap sebagai salah satu instrumen, namun keputusan akhir terkait izin akan mempertimbangkan komponen lain dalam forum tata ruang.

Adi Cahyanto menambahkan, surat keberatan terkait dugaan pemalsuan pernyataan 45 warga akan ditindaklanjuti. Ini menunjukkan adanya pengakuan dari pihak berwenang terhadap seriusnya masalah yang diangkat oleh warga.

Harapan warga kini tertumpu pada keadilan dan transparansi dalam proses pembahasan tata ruang ini. Mereka berharap suara mereka didengar dan keutuhan Desa Sambeng, baik dari segi budaya maupun lingkungan, dapat terlindungi dari dampak negatif proyek pembangunan.

Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari regional.kompas.com
Tagged:
Ikon yang Konsisten Membuat Fitur Permainan Lebih Mudah Ditemukan dan DiingatMahjong Ways Menjaga Nuansa Tradisional Asia dalam Mekanisme Permainan Digital ModernCascade Berlapis Mahjong Ways 2 Membentuk Ritme yang Berubah di Setiap RangkaianMahjong Wins 3 Mempertahankan Identitas Asia lewat Susunan Ubin Tradisional yang KhasStruktur Grid Menentukan Cara Pengguna Membaca Hubungan dan Kombinasi Antar-SimbolAnalitik Real-Time Membantu Platform Game Mengenali Lonjakan Trafik sebelum Layanan MelambatData Pipeline Menentukan Seberapa Efisien Platform Memproses Aktivitas dalam Skala BesarObservability Membantu Tim Teknologi Menemukan Gangguan sebelum Pengguna Merasakan DampaknyaData Melimpah Belum Tentu Berguna jika Kualitas Informasinya Tidak TerjagaPemrosesan Data Cepat Menjaga Respons Platform Tetap Stabil saat Aktivitas MelonjakAlasan Rangkaian Hasil Serupa Wajar Muncul dalam Sistem yang Bekerja AcakCara Menjaga Metode Pencatatan Tetap Sama agar Datanya Bisa DibandingkanInformasi Apa yang Wajib Dicantumkan Penyedia pada Halaman Aturan PermainanMotif Ubin, Ornamen, dan Warna Tradisional yang Menjadi Rujukan Visual Mahjong WaysAturan Berapa Kali Simbol Mahjong Ways 2 Dapat Gugur dalam Satu PutaranDaftar Perubahan Tampilan Mahjong Wins 3 Menurut Catatan Pembaruan ResminyaCara Membaca Susunan Baris dan Kolom Sebuah Slot Bergrid dari Halaman AturanContoh Satu Rangkaian Gugur Diuraikan Tahap demi Tahap dari Aturan PermainanPengaruh Kehadiran Pemain Lain terhadap Keputusan Seseorang di Ruang InteraktifPeran Nada Naik dan Jeda Suara dalam Membentuk Dugaan Sebelum Hasil Tampil
Menakar Kebutuhan Bandwidth Riil untuk Streaming Studio Beresolusi Tinggi Trik Pencahayaan Studio Interaktif Menghasilkan Kontras Sempurna Mengurai Cara Kerja Switcher Digital dalam Mengatur Multi Sudut Pandang Kunci Kecepatan Protokol SRT dalam Mengamankan Aliran Video Algoritma Prediksi Frame Cara Sistem Memuluskan Gerakan Layar Mengapa Frame Pacing Konsisten Lebih Penting daripada Resolusi Tinggi Alasan Latensi Rendah Jadi Kunci Keberhasilan Platform Interaktif Menyingkap Teknologi Edge Node Video untuk Mengurangi Waktu Muat Standar Kalibrasi Warna Layar untuk Memastikan Akurasi Tampilan Rahasia Manajemen Transmisi Multi Stream Tanpa Beban Server Berlebih Benarkah Jam Main Menentukan Efisiensi Algoritma Ini Faktanya Cara Menghitung Titik Efisiensi Algoritma Berdasarkan Hukum Peluang Bukan Keberuntungan Mengurai Pola Fluktuasi Frekuensi Digital Mengapa Siklus Algoritma Terasa Memiliki Pola Tertentu Menyingkap Distribusi Normal di Balik Sistem Angka Acak Digital Fakta Teori Probabilitas Mengapa Jam Sibuk Terasa Berbeda Analisis Matematis Kapan Probabilitas Puncak Secara Logis Muncul Mengurai Logika Pseudo Random Number Generator pada Sistem Modern Mengapa Manajemen Durasi Berpengaruh pada Konsistensi Hasil Analisis Statistik Mitos dan Fakta Mengenai Pola Fluktuasi Waktu Cara Kerja Generator Acak Terakreditasi Menjaga Keseimbangan Sistem Hukum Bilangan Besar Mengapa Hasil Jangka Panjang Selalu Konsisten Bedah Rumus Dispersi Varians dalam Menentukan Rentang Fluktuasi Benarkah Ada Siklus Dingin dan Panas dalam Sistem Probabilitas Mengapa Pola Interval Tertentu Sering Disalahartikan Pengguna