Banjir melanda enam kecamatan di Pati, mengganggu aktivitas warga, Upaya evakuasi dan penanganan darurat terus dilakukan pihak terkait.
Enam kecamatan di Kabupaten Pati dilanda banjir yang menggenangi pemukiman dan jalanan, sehingga aktivitas warga terganggu. Pemerintah daerah dan tim penanganan bencana segera melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan darurat untuk meringankan dampak banjir.
Simak kondisi terkini dan langkah-langkah penanganan banjir di wilayah terdampak berikut ini Sulawesi Indonesia.
Banjir Melanda Enam Kecamatan Di Pati
Enam kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah ini sejak Jumat sore (9/1/2026). Banjir menggenangi jalan, permukiman warga, dan beberapa infrastruktur penting, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Wilayah yang terdampak meliputi Tayu, Margoyoso, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, dan Pati Kota. Koordinator Lapangan Rescue BNPB, David Setiawan, menegaskan bahwa banjir ini merupakan dampak dari kombinasi hujan deras, luapan sungai, dan tanggul yang jebol di beberapa titik.
Ada beberapa wilayah di Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, tanggul jebol. Ada luapan sungai di Tayu, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, dan Wedarijaksa, jelas David.
Luapan Sungai Dan Tanggul Jebol
Di Kecamatan Margoyoso, Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto, melaporkan tanggul Sungai Swatu jebol pada pukul 20.30 WIB Jumat malam. Jebolnya tanggul disebabkan oleh curah hujan tinggi dan adanya sumbatan pohon bambu di jembatan setempat.
Akibatnya, genangan air meluap ke permukiman warga, merendam rumah dan lahan warga. Jumlah KK terdampak 297 keluarga dengan 220 rumah terendam banjir,” kata Susanto.
Meski tidak ada korban jiwa, dua rumah milik warga, Kasrindu dan Olif, hancur total karena berada di bantaran sungai. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Baca Juga: Heroik! Lisa Selamatkan Adiknya Dari Serangan Buaya Di Buton Tengah
Dampak Di Pati Kota
Di Pati Kota, banjir merendam permukiman hingga kedalaman lebih dari 1 meter. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalidoro, Semampir, Dengkek, dan Sidokerto.
Hingga dini hari Sabtu (10/1/2026) pukul 01.00 WIB, petugas masih melakukan pendataan rumah terdampak dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan. David Setiawan menambahkan, pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah rumah dan keluarga terdampak secara akurat, sehingga bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran.
Pihak tim evakuasi terus bersiaga untuk membantu warga yang permukimannya terdampak banjir.
Upaya Penanganan Dan Evakuasi
Petugas gabungan dari BNPB, BPBD, dan pemerintah desa setempat telah melakukan langkah darurat untuk mengurangi risiko dan dampak banjir. Evakuasi warga terdampak dilakukan secara bertahap, sementara jalur transportasi utama yang terendam dibersihkan agar mobilitas warga dan distribusi bantuan bisa lancar.
Selain itu, tim penanganan bencana juga memantau titik-titik rawan banjir lainnya untuk mengantisipasi luapan sungai tambahan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau dataran rendah, hingga kondisi air surut dan situasi benar-benar aman.
Dengan koordinasi cepat antara BNPB, BPBD, dan pihak desa, penanganan banjir di enam kecamatan Pati terus dilakukan. Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan warga, meminimalisir kerugian, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama darurat banjir.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com
