Banjir yang melanda Pati memicu masalah kesehatan, Warga mulai mengeluh gatal dan diare akibat lingkungan yang tak kunjung pulih.
Banjir yang merendam wilayah Pati selama lebih dari dua pekan kini menyisakan persoalan baru. Jika sebelumnya warga disibukkan dengan genangan air dan kerusakan rumah, kini ancaman kesehatan mulai menghantui.
Keluhan gatal-gatal hingga diare kian sering dialami warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan terdampak terparah. Kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih memicu kekhawatiran akan munculnya penyakit lain, sementara warga Jawa Indonesia berharap penanganan segera dilakukan agar situasi tidak semakin memburuk.
Banjir Dua Pekan Picu Masalah Kesehatan Warga Doropayung
Banjir yang merendam Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, selama hampir dua pekan kini memunculkan persoalan lanjutan. Setelah berjibaku dengan genangan air yang tak kunjung surut, warga mulai menghadapi ancaman kesehatan.
Keluhan gatal-gatal hingga diare menjadi masalah yang paling banyak dirasakan, terutama oleh warga yang sehari-hari masih harus beraktivitas di tengah lingkungan tergenang. Genangan air yang bercampur lumpur dan limbah rumah tangga diduga menjadi faktor utama munculnya berbagai gangguan kesehatan tersebut.
Kondisi ini membuat warga semakin khawatir, terlebih banjir belum sepenuhnya surut dan aktivitas masih bergantung pada kondisi darurat.
Layanan Kesehatan Dibuka Setiap Hari Di Balai Desa
Untuk merespons kondisi tersebut, Puskesmas Juwana membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Pemeriksaan dilakukan langsung di Balai Desa Doropayung dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Sejak siang hari, warga terlihat mengantre untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka. Kepala Puskesmas Juwana, Endang Setiawati, menjelaskan bahwa jenis keluhan yang paling banyak ditemui berkaitan dengan penyakit kulit dan pencernaan.
Selain gatal-gatal dan diare, sejumlah warga juga mengalami pegal-pegal, batuk, serta pilek. Tim medis disiagakan setiap hari untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
Baca Juga:Â Ngeri! Puting Beliung Amuk Pasar Karangpandan Karanganyar
Warga Mengeluh Gatal Dan Diare Akibat Air Banjir
Di tengah antrean pengobatan, Rohmat, salah satu warga Doropayung, mengaku mulai merasakan gangguan kesehatan sejak sering beraktivitas di air banjir. Ia mengalami gatal-gatal yang semakin terasa setiap kali harus turun ke genangan air.
Bersama anaknya, Rohmat mendatangi posko kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Menurutnya, banjir yang sudah berlangsung cukup lama membuat warga sulit menghindari kontak langsung dengan air.
Aktivitas sehari-hari seperti membersihkan rumah, mencari kebutuhan pokok, hingga sekadar melintas jalan terpaksa dilakukan di tengah genangan. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Puluhan Desa Masih Terdampak, Air Perlahan Menyusut
Hingga saat ini, banjir masih melanda 60 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Pati. Meski demikian, kondisi mulai menunjukkan perkembangan positif karena debit air perlahan berkurang.
Sebelumnya, banjir sempat merendam hingga 136 desa di 12 kecamatan. Meski genangan mulai menyusut, ancaman kesehatan masih menjadi perhatian utama.
Lingkungan yang lembap dan belum sepenuhnya bersih berpotensi menjadi sumber penyakit baru. Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi warga tetap terkendali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari wartaphoto.net
