Pemprov Jateng gelar gerakan pangan murah di 333 titik simak fakta, manfaat, dan strategi pemerintah membantu masyarakat di masa sulit.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar 333 gerakan pangan murah untuk meringankan beban warga. Program ini diharapkan meningkatkan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, membantu keluarga terdampak ekonomi, dan memastikan ketersediaan pangan menjelang musim Lebaran. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi agar bisa memanfaatkan gerakan pangan murah secara optimal dan mendapatkan manfaat langsung dari program pemerintah.
Ikuti informasi terbaru kami seputar Jawa Indonesia yang telah kami sediakan secara aktual dan fakta bagi anda.
Pemprov Jateng Lampaui Target Gerakan Pangan Murah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tercatat telah menggelar 333 Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang periode Januari–Maret 2026. Angka ini melampaui target awal 308 kali GPM yang direncanakan untuk triwulan pertama tahun ini.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama kepala daerah lain serta unsur pemerintah daerah hadir saat pembukaan GPM serentak yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Program ini digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang momentum penting seperti Ramadan dan Lebaran.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tujuan Dan Fungsi Gerakan Pangan Murah
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Jateng dilakukan guna meredam lonjakan harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang hari besar. Hal ini terutama penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan capaian 333 kali GPM menunjukkan komitmen besar pemerintah daerah dalam menyediakan pangan terjangkau bagi warga. Selain itu, langkah ini juga dituangkan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi di tingkat daerah, terutama menjelang Lebaran 1447 H.
Baca Juga:Â Terungkap! Polda Jateng Geledah Koperasi BLN di Salatiga, 1 Orang Dijadikan Tersangka
Pelaksanaan Serentak Di Seluruh Jateng
Gerakan Pangan Murah tidak hanya diadakan di satu lokasi. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng. Sebanyak 31 kabupaten/kota mengikuti pembukaan secara daring. Empat lainnya, Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal, sudah menggelar GPM lebih awal pada 5 Maret 2026. Pelaksanaan serentak ini menunjukkan koordinasi baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Strategi ini memastikan program menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Komoditas Yang Disalurkan Kepada Masyarakat
Dalam GPM serentak tersebut, berbagai komoditas strategis disediakan dengan harga lebih terjangkau bagi warga. Komoditas itu termasuk beras 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, serta bawang putih 3.400 kilogram.
Ketersediaan bahan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh produk pangan utama tanpa harus menghadapi harga pasar yang tinggi. Program ini juga mencakup kebutuhan pokok lainnya sehingga masyarakat yang berkunjung mendapatkan pilihan lebih banyak saat berbelanja kebutuhan harian.
Respons Pemerintah Dan Harapan Untuk Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ternyata berjalan lebih baik dari target awal. Ia menilai kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat, sekaligus menekan inflasi menjelang hari besar.
Selain itu, Gubernur berharap program ini dapat membantu warga menjaga pola konsumsi pangan mereka tanpa harus menghadapi tekanan harga berlebih. Dengan ketersediaan pangan yang memadai, masyarakat diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari secara layak, sehingga kecukupan pangan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Lebaran.
Warga yang memanfaatkan GPM mengaku sangat terbantu dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pasar biasa. Produk yang dijual, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula, bisa dibeli dengan harga terjangkau, sehingga program ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com

