Gunung Slamet, dengan segala keindahan dan tantangannya, kembali menyimpan kisah pilu yang menyita perhatian banyak orang.
Syafiq Ali, seorang pendaki berusia 20 tahun asal Pekalongan, dinyatakan hilang sejak tanggal 9 Januari 2026. Selama 17 hari, tim SAR gabungan berjuang tanpa henti, menyisir setiap jengkal lereng gunung, memecah kesunyian hutan belantara dengan harapan menemukan Syafiq.
Berikut ini, Jawa Indonesia akan menjadi sorotan, tidak hanya karena durasinya yang panjang, tetapi juga karena melibatkan berbagai pihak dengan semangat kemanusiaan yang luar biasa.
Awal Mula Hilangnya Syafiq
Pada 9 Januari 2026, Syafiq Ali bersama tiga rekannya memulai pendakian menuju puncak Gunung Slamet via jalur Permadi Guci. Destinasi mereka adalah kawah dan danau gunung yang memukau. Setelah mencapai pos 6, Syafiq memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sendiri menuju pos 9, sementara tiga rekannya menunggu. Keputusan ini menjadi titik awal drama pencarian yang menegangkan.
Keesokan harinya, ketiga rekan Syafiq menyadari bahwa Syafiq tak kunjung kembali ke pos 6. Kecemasan mulai menyelimuti mereka. Tanpa ragu, mereka segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Laporan hilangnya Syafiq menjadi sinyal darurat bagi tim SAR untuk segera bergerak.
Dengan cepat, sebuah tim pencarian awal dibentuk. Tim ini bertugas menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir Syafiq terlihat. Namun, upaya awal ini belum membuahkan hasil. Kabar hilangnya Syafiq menyebar dengan cepat, menarik perhatian banyak pihak yang ingin membantu.
Mobilisasi Tim SAR Skala Besar
Menyikapi situasi genting ini, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang segera membentuk tiga tim penyelamat pada 10 Januari 2026. Mereka bergabung dengan potensi SAR lainnya dari berbagai daerah. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan dan koordinasi yang baik dalam menghadapi misi pencarian yang berat.
Selama pencarian, tim SAR tidak hanya mengandalkan tenaga manusia. Berbagai teknologi canggih turut dikerahkan, termasuk drone yang dilengkapi thermal sensor. Drone ini diharapkan dapat mendeteksi panas tubuh Syafiq, terutama di area yang sulit dijangkau manusia.
Kondisi medan yang berat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama bagi tim. Meskipun demikian, semangat juang mereka tidak pernah pudar. Setiap informasi, sekecil apa pun, dianalisis dengan cermat untuk menentukan arah pencarian selanjutnya.
Baca Juga: Tragis Bayi 11 Bulan di Grobogan Tewas Terbakar Saat Ibu Tinggal Sebentar Beli Bubur
Penemuan Jejak Dan Detik-Detik Menegangkan
Setelah 17 hari pencarian yang melelahkan, secercah harapan muncul. Pada 26 Januari 2026, salah satu tim SAR berhasil menemukan sebuah jaket berwarna hitam yang diduga milik Syafiq. Penemuan ini terjadi di sebuah tebing yang cukup terjal, menambah kecurigaan bahwa Syafiq mungkin terjatuh.
Tidak lama setelah penemuan jaket, sekitar pukul 15.00 WIB, tim SAR kembali menemukan petunjuk penting lainnya. Mereka menemukan jejak Syafiq yang mengarah ke bagian dasar jurang. Ini menguatkan dugaan bahwa Syafiq mungkin berada di area tersebut, meskipun kondisi jurang sangat berbahaya.
Tanpa membuang waktu, tim SAR segera merespons penemuan ini. Mereka melakukan penyisiran intensif di sekitar area jurang tersebut. Setiap langkah dilakukan dengan hati-hati, mengingat medan yang ekstrem dan potensi bahaya yang mengintai para pencari.
Akhir Pencarian Yang Penuh Duka
Pencarian yang panjang akhirnya berakhir dengan penemuan Syafiq Ali pada pukul 16.35 WIB, Senin, 26 Januari 2026. Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia terperosok ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter dari puncak tebing yang curam.
Proses evakuasi jasad Syafiq merupakan tantangan besar, mengingat lokasi penemuan yang sangat sulit dijangkau. Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati untuk mengangkat jasad Syafiq dari dasar jurang. Ini adalah momen yang penuh emosi bagi semua pihak yang terlibat dalam pencarian.
Kepergian Syafiq menjadi pengingat bagi para pendaki akan bahaya dan risiko yang selalu menyertai kegiatan di alam bebas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan kisah Syafiq ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Ikuti terus update berita seputar Jawa Indonesia beserta informasi menarik lain yang memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari infonasional.com