Banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci Tegal, Pemerintah tetapkan status darurat demi keselamatan warga dan pengunjung.
Kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, kembali menjadi sorotan setelah diterjang banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan dan kepanikan warga. Derasnya arus air yang datang secara tiba-tiba membuat aktivitas lumpuh dan memaksa pemerintah menetapkan status tanggap darurat.
Peristiwa Jawa Indonesia ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di wilayah rawan dengan intensitas hujan tinggi.
Tegal Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Banjir Bandang
Pemerintah Kabupaten Tegal resmi menetapkan status tanggap darurat bencana di kawasan wisata Guci setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut. Keputusan ini diambil sebagai langkah cepat untuk menangani dampak kerusakan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di area pegunungan tersebut.
Penetapan status darurat ini berlaku selama 14 hari ke depan. Selama periode tersebut, seluruh upaya penanganan difokuskan pada pembersihan material banjir, perbaikan fasilitas umum, serta pengamanan kawasan agar tidak menimbulkan risiko lanjutan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat antisipatif mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir bandang menyebabkan kerusakan cukup signifikan, terutama di area wisata yang menjadi ikon Kabupaten Tegal. Sejumlah fasilitas vital rusak dan tidak dapat digunakan sementara waktu.
Fasilitas Wisata Rusak Dan Jembatan Putus
Kepala BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, menjelaskan bahwa sejumlah titik wisata terdampak cukup parah akibat terjangan air dan material lumpur. Beberapa lokasi yang mengalami kerusakan antara lain Pancoran 13, Pancoran 5, serta kawasan pemandian air panas yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan.
Selain fasilitas wisata, tiga jembatan juga dilaporkan rusak berat hingga hilang terbawa arus. Dua di antaranya berada di dalam kawasan objek wisata Guci, sementara satu jembatan lainnya merupakan jalur penghubung antara Siramp dan Bumijawa. Kerusakan ini menyebabkan akses transportasi warga dan wisatawan terganggu.
Akibat kondisi tersebut, pemerintah memutuskan untuk menutup sementara seluruh area wisata yang terdampak. Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung sekaligus mempermudah proses pembersihan dan penanganan infrastruktur yang rusak.
Baca Juga:Â Polda Jateng Turun Tangan! Pasukan Siaga Bhayangkara Siap Respons Banjir Purbalingga
Upaya Penanganan Dan Rekayasa Akses Jalan
Meski hujan masih turun di beberapa wilayah, BPBD memastikan debit Sungai Gung masih berada dalam kondisi normal. Namun, potensi bahaya tetap diwaspadai mengingat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang belum sepenuhnya reda.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pembersihan material longsor di sejumlah titik. Sebanyak 11 lokasi longsor yang tersebar di wilayah Sirampog hingga perbatasan Kabupaten Brebes kini telah dapat dilalui kendaraan setelah proses evakuasi selesai.
Untuk sementara, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif karena beberapa jembatan belum dapat difungsikan. Pemerintah juga telah menginstruksikan camat dan aparat desa agar terus memberikan informasi terbaru kepada warga terkait kondisi akses jalan dan potensi bahaya susulan.
Rencana Pemulihan Dan Penataan Kawasan Wisata
Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada penataan ulang kawasan wisata agar lebih aman ke depannya. Rencana pembangunan kembali jembatan dan fasilitas publik akan dilakukan setelah musim hujan dinyatakan aman, diperkirakan pada pertengahan Februari 2026.
Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat kawasan Guci berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Evaluasi tata ruang, sistem drainase, serta mitigasi bencana menjadi bagian penting dalam perencanaan ke depan.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta tidak memaksakan aktivitas di area yang masih berstatus darurat. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, sembari memastikan kawasan wisata Guci dapat kembali pulih dan beroperasi secara aman.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari inilahjateng.com
