Pemprov Jawa Timur membuka 110 pasar murah jelang Ramadan untuk menekan lonjakan harga dan menjaga pasokan pangan bagi masyarakat.
Menjelang Ramadan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan. Sebanyak 110 titik pasar murah disiapkan di berbagai daerah sebagai upaya menekan potensi lonjakan harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung, terutama bagi kelompok rentan di tengah meningkatnya permintaan jelang bulan suci. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini hanya ada di Jawa Indonesia.
Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Sepanjang 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menyiapkan 110 titik pasar murah di seluruh kabupaten dan kota sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, terutama menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari 2026.
Pasar murah tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat secara langsung dengan menyediakan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga di bawah pasaran. Melalui program ini, Pemprov Jatim berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah meningkatnya permintaan kebutuhan pokok.
Fokus Stabilkan Harga Jelang Ramadan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menyampaikan bahwa pasar murah merupakan instrumen pengendalian harga yang secara konsisten dilakukan setiap tahun. Menurutnya, pelaksanaan pasar murah pada awal 2026 menjadi langkah awal Pemprov Jatim dalam mengantisipasi gejolak harga jelang Ramadan.
Iwan menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pemerintah daerah diminta memprioritaskan lokasi pasar murah yang dekat dengan permukiman warga agar mudah diakses dan tepat sasaran.
Dengan pendekatan tersebut, pasar murah diharapkan tidak hanya menekan potensi lonjakan harga, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Tekan Lonjakan Harga, Pemprov Jatim Buka 110 Pasar Murah Jelang Ramadan
Titik Pasar Murah Fleksibel Dan Bisa Bertambah
Pemprov Jatim menegaskan bahwa jumlah 110 titik pasar murah bersifat dinamis dan dapat bertambah sesuai kondisi di lapangan. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan inflasi di setiap wilayah sepanjang 2026, terutama di daerah-daerah yang berpotensi mengalami tekanan harga lebih tinggi.
Jika ditemukan indikasi lonjakan harga atau kelangkaan pasokan, Pemprov Jatim siap menambah titik pasar murah sebagai langkah intervensi cepat. Strategi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sekaligus menekan inflasi pangan di tingkat daerah.
Pendekatan fleksibel tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons kondisi ekonomi masyarakat secara adaptif dan berkelanjutan.
Harga Bahan Pokok Di Bawah Pasaran
Dalam pelaksanaan pasar murah, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Telur ayam ras dijual seharga Rp22.000 per kilogram, jauh lebih murah dari harga pasar yang berkisar Rp27.000 per kilogram.
Selain itu, beras medium SPHP dijual seharga Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, sementara beras premium ditawarkan dengan harga Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita dijual Rp13.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Pemprov Jatim juga menyediakan daging ayam ras seharga Rp30.000 per paket, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, serta bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Penetapan harga ini bertujuan agar kebutuhan pokok tetap terjangkau dan stabil, khususnya menjelang Ramadan ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari jatim.antaranews.com

