Kota Pekalongan kembali dikepung banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.
Luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air, ditambah sistem drainase yang kurang optimal, membuat genangan dengan cepat meluas ke berbagai kawasan permukiman.Wilayah-wilayah yang berada di dataran rendah menjadi daerah paling terdampak. Air menggenangi jalan, halaman rumah, hingga masuk ke dalam bangunan warga. Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini hanya ada di Jawa Indonesia.
Ribuan Rumah Warga Terendam Air
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mencatat ribuan rumah terendam akibat banjir yang meluas. Data sementara menunjukkan sejumlah kelurahan terdampak cukup parah, terutama di wilayah utara dan timur kota.
Air yang masuk ke rumah warga merendam perabot, peralatan elektronik, hingga persediaan bahan makanan. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena banjir datang secara tiba-tiba, terutama saat hujan masih berlangsung.
Kerugian materi diperkirakan mencapai angka yang cukup besar. Selain kerusakan rumah dan barang, sejumlah usaha kecil seperti warung dan toko milik warga juga terpaksa tutup karena terendam banjir dan sepinya aktivitas pembeli.
Warga Mengungsi dan Aktivitas Lumpuh
Akibat banjir yang terus meninggi, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Balai kelurahan, gedung sekolah, dan tempat ibadah dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Di posko pengungsian, warga mendapatkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan selimut. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi prioritas dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas gabungan.
Sementara itu, aktivitas di Kota Pekalongan lumpuh hampir total. Sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan, sekolah diliburkan, dan kegiatan ekonomi warga terhenti. Kondisi ini semakin menambah beban masyarakat yang terdampak banjir.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa 5 Daerah Jateng, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi
Upaya Penanganan Pemerintah dan Petugas
Pemerintah Kota Pekalongan bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan bergerak cepat melakukan penanganan banjir. Petugas dikerahkan untuk mengevakuasi warga, mengatur lalu lintas, serta memantau kondisi sungai dan tanggul.
Pompa air diaktifkan di sejumlah titik rawan genangan untuk mempercepat surutnya air. Pemerintah juga membuka posko siaga banjir yang beroperasi selama 24 jam guna menerima laporan dari masyarakat.
Wali Kota Pekalongan mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan upaya maksimal demi menjaga keselamatan warga serta meminimalkan dampak banjir.
Ancaman Banjir Berulang dan Harapan Warga
Banjir yang kembali melanda Kota Pekalongan menunjukkan bahwa ancaman bencana ini masih menjadi persoalan serius. Faktor hujan ekstrem, rob air laut, serta penurunan muka tanah membuat kota pesisir ini rentan tergenang.
Para pakar menilai diperlukan langkah penanganan jangka panjang yang terintegrasi, seperti perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta pengendalian rob secara berkelanjutan.
Warga berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bersinergi menghadirkan solusi permanen. Tanpa upaya menyeluruh dan berkelanjutan, banjir dikhawatirkan akan terus menjadi ancaman tahunan yang menghantui kehidupan masyarakat Kota Pekalongan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari tempo.co
- Gambar Kedua dari detik.com