Hujan deras memicu longsor di Ciamis hingga menewaskan seorang lansia yang tertimbun material tanah, warga diimbau waspada bencana susulan.
Bencana tanah longsor kembali menelan korban jiwa. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan hingga menyebabkan longsor yang menimpa permukiman warga. Dalam peristiwa tragis tersebut, seorang warga lanjut usia (lansia) dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Jawa Indonesia.
Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah
Hujan deras yang mengguyur Ciamis sejak siang hingga malam hari menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Curah hujan tinggi dalam waktu relatif lama membuat tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikatnya.
Wilayah Ciamis dikenal memiliki banyak daerah perbukitan dan lereng curam. Ketika hujan turun terus-menerus, risiko pergerakan tanah meningkat, terutama di kawasan yang minim vegetasi penahan atau memiliki struktur tanah labil.
Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase alami yang tidak mampu mengalirkan air dengan cepat. Akibatnya, tekanan air di dalam tanah meningkat dan memicu longsoran yang bergerak menuju permukiman warga di bawahnya.
Rumah Warga Tertimbun Material Longsor
Longsor yang terjadi membawa material tanah, batu, dan lumpur dengan volume cukup besar. Material tersebut langsung menghantam salah satu rumah warga yang berada tepat di jalur longsoran, membuat bangunan rusak berat.
Korban lansia diketahui berada di dalam rumah saat peristiwa terjadi. Derasnya material longsor membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tertimbun dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Selain rumah korban, beberapa bangunan lain di sekitar lokasi juga terdampak. Akses jalan desa sempat tertutup material longsor, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan penanganan awal oleh warga dan petugas.
Baca Juga: Food Safety Jadi Prioritas, Polres Karanganyar Periksa Menu SPPG YKB
Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat
Warga sekitar segera melakukan upaya evakuasi secara manual setelah longsor terjadi. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha menyingkirkan material tanah untuk mencari korban yang tertimbun.
Tim gabungan dari aparat desa, relawan, dan petugas terkait kemudian diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan.
Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, petugas terus melakukan pemantauan dan membersihkan material longsor guna membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Duka Mendalam dan Dampak Bagi Warga
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Kehilangan anggota keluarga akibat bencana alam menjadi pukulan berat, terlebih korban merupakan lansia yang sehari-hari tinggal di rumah tersebut.
Selain korban jiwa, longsor juga menimbulkan kerugian material bagi warga. Rumah rusak, perabotan tertimbun, dan aktivitas masyarakat terganggu akibat akses jalan yang terputus sementara.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor diliputi rasa cemas, terutama saat hujan kembali turun. Kekhawatiran akan longsor susulan membuat sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Imbauan Kewaspadaan dan Antisipasi ke Depan
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau pohon miring perlu segera dilaporkan.
Langkah antisipasi seperti memperkuat lereng, menjaga vegetasi, serta menghindari aktivitas di area rawan saat hujan deras sangat penting dilakukan. Edukasi kebencanaan juga perlu terus digencarkan agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.
Tragedi longsor di Ciamis menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan warga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detikcom
- Gambar Kedua dari BeritaSatu.com