Longsor melanda Perbukitan Menoreh Borobudur dan memutus akses jalan antardesa, warga terdampak dan upaya penanganan terus dilakukan.
Bencana longsor kembali terjadi di kawasan Perbukitan Menoreh, Borobudur, yang berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peristiwa ini menyebabkan akses jalan antardesa terputus, sehingga aktivitas warga terganggu secara signifikan.
Longsor dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Material tanah dan batu dari lereng perbukitan menutup badan jalan utama yang biasa digunakan warga untuk mobilitas harian, termasuk menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Jawa Indonesia.
Kronologi Longsor di Perbukitan Menoreh
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Menoreh sejak malam hingga dini hari. Air hujan yang terus menerus membuat tanah di lereng perbukitan menjadi labil dan akhirnya runtuh ke badan jalan.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum longsor terjadi. Beberapa menit kemudian, material tanah dan batu besar menutup seluruh akses jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, longsor menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan di lokasi yang sama.
Akses Jalan Antardesa Terputus Total
Akibat longsor tersebut, akses penghubung antardesa di kawasan Menoreh terputus total. Jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa desa di sekitar Borobudur dengan pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan sulit dilalui. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi logistik, aktivitas pertanian, serta mobilitas pelajar dan pekerja.
Terputusnya akses jalan juga menyulitkan kendaraan darurat. Oleh karena itu, pembukaan jalur secepat mungkin menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Hujan Deras Timpa Blora, Jalan Desa Ngetrep Ambles Warga Mengungsi
Dampak Terhadap Aktivitas Warga
Bencana longsor ini membuat aktivitas warga lumpuh sementara. Banyak warga tidak dapat berangkat bekerja atau membawa hasil pertanian ke pasar akibat akses yang tertutup.
Sektor pariwisata di sekitar Borobudur juga terdampak. Kawasan Perbukitan Menoreh dikenal sebagai destinasi wisata alam, sehingga longsor berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan.
Selain dampak ekonomi, warga juga dihantui rasa cemas. Hujan yang masih berpotensi turun membuat masyarakat khawatir akan terjadinya longsor susulan yang bisa mengancam keselamatan.
Upaya Penanganan dan Evakuasi
Pemerintah daerah bersama tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Alat berat dikerahkan guna membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
Petugas juga melakukan pemantauan kondisi lereng untuk mengantisipasi longsor susulan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area rawan hingga situasi dinyatakan aman.
Selain pembersihan jalan, pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi terhadap struktur lereng dan sistem drainase. Langkah ini bertujuan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
Pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan Menoreh untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Tanda-tanda pergerakan tanah perlu segera dilaporkan kepada pihak berwenang.
Edukasi kebencanaan juga dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga. Penataan lingkungan dan penguatan lereng menjadi langkah jangka panjang yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Bencana longsor di Menoreh Borobudur menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detikNews
- Gambar Kedua dari Metro TV