Musim hujan kerap membawa kekhawatiran banjir, terutama bagi kota-kota dataran rendah seperti Semarang, di mana sungai meluap dan drainase mudah tersumbat.
Namun, Pemerintah Kota Semarang tidak tinggal diam. Dengan koordinasi apik bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, strategi jitu diterapkan untuk mencegah genangan air melumpuhkan aktivitas warga.
Berikut ini, Jawa Indonesia akan menyelami upaya heroik Pemkot Semarang dalam menjaga kota tetap kering dan aman.
Strategi Maksimalisasi Pompa Di Wilayah Hilir
Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah proaktif dengan memaksimalkan operasi rumah pompa di area hilir. Ini adalah respons cepat terhadap masuknya puncak musim hujan, yang secara historis seringkali membawa risiko banjir. Tujuannya jelas, yakni mencegah genangan air sebelum meluas dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menegaskan bahwa optimalisasi perpompaan ini adalah prioritas utama. Kolaborasi dengan BBWS Pemali Juana memastikan semua sumber daya dan keahlian digerahkan. Sinergi ini merupakan kunci keberhasilan penanganan banjir di wilayah kota.
Dua rumah pompa vital, yaitu Pompa Tenggang dan Pompa Sringin, menjadi fokus utama. Pompa Tenggang memiliki debit luar biasa sebesar 12.000 liter per detik, sementara Pompa Sringin tak kalah garang dengan 10.000 liter per detik. Kapasitas masif ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menghadapi ancaman banjir.
Kekuatan Penuh Pompa Tenggang Dan Sringin
Rumah Pompa Tenggang beroperasi dengan enam unit pompa, masing-masing berkapasitas 2.000 liter per detik. Keenam pompa ini bekerja tanpa henti, 24 jam sehari, untuk mengendalikan aliran air dari wilayah hulu. Sistem kerja nonstop ini krusial untuk menjaga debit air tetap terkontrol.
Di sisi lain, Rumah Pompa Sringin juga mengoperasikan lima unit pompa dengan kapasitas serupa per unit. Fokus utama Pompa Sringin adalah menjaga Jalan Raya Kaligawe dari limpasan air. Jalan ini merupakan jalur nasional Pantura yang sangat vital dengan volume lalu lintas tinggi.
Dengan demikian, kedua rumah pompa ini bekerja secara terpadu. Pompa Tenggang mengendalikan air dari hulu, sementara Pompa Sringin melindungi infrastruktur penting. Koordinasi dan efisiensi operasional menjadi elemen penting dalam strategi pencegahan banjir ini.
Baca Juga: Tragis! Anggota Satpol PP Kebumen Tewas Dibacok Saat Evakuasi ODGJ
Pengerukan Sedimen, Membersihkan Saluran, Melancarkan Aliran
Selain memaksimalkan pompa, DPU Kota Semarang bersama BBWS Pemali Juana juga giat melakukan pengerukan sedimen. Ini adalah langkah krusial untuk menjaga kapasitas saluran air tetap optimal. Sedimen yang menumpuk dapat menghambat aliran dan memicu genangan.
Pengerukan dilakukan di berbagai titik strategis, termasuk sepanjang Jalan Kaligawe. Kegiatan ini telah berlangsung sekitar satu bulan, melibatkan alat berat dari DPU dan BBWS, serta didukung oleh armada dump truk. Upaya ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pemeliharaan infrastruktur air.
Area lain yang juga menjadi sasaran pengerukan adalah Kelurahan Bangetayu Wetan dan Kelurahan Karangroto. DPU juga akan melanjutkan pengerukan di Jalan Padi Raya, yang sering menjadi pusat genangan di Genuk, serta di saluran samping rel dan tepi Jalan Muktiharjo Raya. Beberapa pengerukan di bawah jembatan dan rel kereta api bahkan dilakukan manual untuk menghindari risiko pada sinyal kereta.
Komitmen Pemkot Menjaga Mobilitas Dan Keamanan Warga
Melalui langkah-langkah terpadu ini, Pemkot Semarang berkomitmen kuat untuk mengendalikan banjir di kawasan Genuk. Tujuannya adalah memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar dan mobilitas di jalur Pantura tidak terganggu selama musim hujan. Ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan warganya.
Kolaborasi antara Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana menjadi model penanganan bencana yang efektif. Sinergi ini memungkinkan pengerahan sumber daya yang lebih besar dan perencanaan yang lebih komprehensif. Warga Semarang patut berbangga atas upaya ini.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi khawatir berlebihan menghadapi musim hujan. Kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarlembaga memastikan Semarang tetap aman dan nyaman. Mari kita dukung terus upaya pemerintah dalam menjaga kota tercinta ini dari ancaman banjir.
Selalu pantau berita terbaru seputar Jawa Indonesia dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari jateng.antaranews.com
- Gambar Utama dari suaramerdeka.com