BNPB melaporkan banjir dan tanah longsor menjadi bencana dominan di Indonesia selama sepekan terakhir, mulai dari Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat.
Curah hujan tinggi dan kontur tanah labil memicu kerusakan infrastruktur serta mengganggu aktivitas warga. Tim BPBD setempat telah diterjunkan untuk evakuasi, pendataan, dan distribusi bantuan logistik.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini hanya ada di Jawa Indonesia
Banjir dan Longsor Terjang Wilayah Indonesia
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah peristiwa banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai wilayah Tanah Air dalam sepekan terakhir, mulai dari Sukabumi, Jawa Barat, hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat. Fenomena ini menjadi sorotan karena menunjukkan dominasi bencana hidrometeorologi basah di Indonesia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bencana yang terjadi sebagian besar dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan kontur tanah yang labil. “Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia,” ujar Abdul dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Fenomena ini menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah terdampak, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga evakuasi warga, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di awal tahun ini.
Tanah Longsor Terjadi di Kabupaten Sukabumi
Peristiwa tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (14/1), akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah dengan kontur tanah labil, memicu pergerakan tanah. BNPB mencatat enam desa di enam kecamatan terdampak, antara lain Desa Ridogalih, Mekarsari, Sukamanah, Cikadu, Neglasari, dan Sukasirna.
Akibat longsor ini, 31 Kepala Keluarga (KK) terdampak, sementara beberapa akses jalan di Kecamatan Gegerbitung mengalami kerusakan. Masyarakat terdampak diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
BPBD Kabupaten Sukabumi telah menurunkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak. Abdul menambahkan bahwa pemutakhiran data dari lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat bantuan yang diperlukan.
Baca Juga: Pantura Kendal Lumpuh Total, Tanggul Jebol Genangi Jalan Utama
Kabupaten Jember Terendam Banjir
Di Pulau Jawa bagian timur, banjir melanda Kabupaten Jember pada Selasa (13/1). Banjir ini terjadi akibat luapan Kali Clutak dan berdampak pada warga di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Hingga Kamis (15/1), tercatat sebanyak 78 KK terdampak.
Ketinggian muka air sempat mencapai 100 sentimeter, namun kini mulai berangsur surut menjadi sekitar 40 sentimeter. Dengan kondisi ini, BPBD Kabupaten Jember telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk memberikan bantuan logistik dan mengevakuasi warga yang terdampak.
Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi sungai dan permukiman untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan BPBD setempat.
Situbondo Diterjang Cuaca Ekstrem
Selain banjir dan tanah longsor, cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda Kabupaten Situbondo pada Kamis (15/1). Peristiwa ini menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang pada atap rumah dan pepohonan, serta mengganggu aktivitas warga setempat.
BPBD Kabupaten Situbondo segera menurunkan tim tanggap darurat untuk mengevakuasi warga yang terdampak serta membersihkan area yang tertimpa pohon tumbang. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama di daerah yang rawan terkena angin puting beliung.
BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, dengan memastikan jalur evakuasi bersih, stok logistik tersedia, dan informasi dini cuaca ekstrem terus dipantau untuk mengurangi risiko bagi masyarakat.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
-
- Gambar Utama dari jabar.antaranews.com
- Gambar Kedua dari jabar.antaranews.com