Sejumlah daerah di Jateng masih terendam banjir, memaksa ratusan warga mengungsi demi keselamatan diri dan keluarga mereka.
Banjir masih melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah, memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Air yang terus naik membuat aktivitas warga terganggu, sementara pemerintah dan tim tanggap darurat berupaya membantu evakuasi. Dan memastikan keselamatan masyarakat di daerah Jawa Indonesia terdampak.
Sejumlah Daerah Di Jateng Masih Terendam Banjir Per 1 Februari 2026
Hingga Minggu, 1 Februari 2026, beberapa wilayah di Jawa Tengah (Jateng) masih terendam banjir. Kondisi ini memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menyebut banjir melanda Demak, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Jepara, Kudus, hingga Pati. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari genangan ringan hingga tinggi yang mengganggu aktivitas warga.
Daerah pesisir dan hilir, yang dekat mulut pantai, menjadi paling terdampak karena ketiadaan tanggul dan potensi pasang rob. Tim BPBD terus memantau kondisi untuk menjamin keselamatan warga terdampak.
Fokus Penanganan Banjir Di Pati
Di Kabupaten Pati, banjir masih menggenangi delapan kecamatan, termasuk Pati, Tayu, Dukuhseti, Gabus, Juwana, Jakenan, Sukolilo, dan Kayen. Beberapa desa mulai surut, tetapi wilayah pesisir masih tergenang.
BPBD Pati mendirikan dapur umum di Desa Bulumanis Kidul dan kantor BPBD untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Jalur alternatif dibuka karena longsor menutupi beberapa akses jalan utama.
Selain itu, normalisasi sungai, perbaikan tanggul, dan koordinasi dengan BBWS Pemali Juwana terus dilakukan. Langkah ini bertujuan mencegah banjir berulang dan memulihkan infrastruktur terdampak.
Baca Juga:Â Mencekam! Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Semarang
Kondisi Banjir Di Pekalongan Dan Pemalang
Di Kota Pekalongan, tanggul Sungai Bremi jebol dan hingga 1 Februari 2026 beberapa permukiman masih tergenang. Ketinggian air bervariasi antara 10–50 cm, sementara beberapa warga memilih bertahan di rumah.
Kabupaten Pekalongan terdampak lebih luas, mencakup 29 desa di 6 kecamatan. Sebanyak 499 kepala keluarga atau 1.517 jiwa mengungsi sementara fasilitas umum ikut terdampak.
BPBD menutup tanggul yang jebol menggunakan sandbag dan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan potensi hujan ekstrem. Evakuasi dan bantuan logistik terus dijalankan.
Penanganan Banjir Bandang Di Pemalang Dan Purbalingga
Pemalang hingga 1 Februari 2026 masih dilanda banjir bandang yang melanda 9 desa di 2 kecamatan. Beberapa wilayah sudah bisa dilewati kendaraan, meski sebagian pengungsi tetap bertahan di lokasi pengungsian.
Dapur umum didirikan di 7 titik untuk menyiapkan ribuan bungkus makanan bagi pengungsi. Infrastruktur vital, seperti jaringan listrik dan pipa air bersih, sebagian masih terganggu sehingga pemulihan masih berjalan bertahap.
Di Purbalingga, tanah longsor dan banjir masih menyisakan dampak. Beberapa jembatan penghubung sedang diperbaiki, jaringan listrik sebagian wilayah belum pulih, dan huntara (hunian sementara) masih dalam tahap pencarian.
Jumlah Pengungsi Dan Dampak Infrastruktur
Hingga 1 Februari 2026, tercatat 331 pengungsi tersebar di enam titik pengungsian di Jateng. Tim tanggap darurat terus melakukan dropping logistik, kerja bakti, dan pembersihan dengan bantuan ekskavator.
Di Pemalang, korban jiwa tercatat 1 orang, beberapa lainnya mengalami luka berat. Puluhan rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga hilang total, sementara jembatan darurat dibuat dari bambu untuk akses kendaraan.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau situasi, membuka jalur alternatif, dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Prioritas utama tetap keselamatan masyarakat dan pemulihan infrastruktur terdampak banjir.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari pantura.tribunnews.com