Banjir bandang melanda kawasan Cireundeu, Cimahi, Jumat malam (10/1/2026), menyebabkan enam rumah rusak parah akibat derasnya arus dan material lumpur.
Warga terpaksa dievakuasi, sementara BPBD, TNI, dan kepolisian bergerak cepat memberikan bantuan darurat, termasuk makanan, air bersih, dan selimut. Pemerintah setempat juga membuka posko pengaduan dan melakukan pembersihan akses jalan.
Warga diimbau tetap waspada dan menyiapkan jalur evakuasi, sementara langkah pencegahan jangka panjang sedang dirancang untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini hanya ada di Jawa Indonesia.
Banjir Bandang Terjang Cireundeu, Cimahi, 6 Rumah Rusak
Hujan deras yang mengguyur wilayah Cimahi menyebabkan banjir bandang menerjang kawasan Cireundeu pada Jumat malam (10/1/2026). Enam rumah dilaporkan rusak akibat derasnya aliran air yang membawa material lumpur dan batu.
Warga sekitar menyebut banjir datang secara tiba-tiba dan menggenangi rumah dengan cepat. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah untuk mencari tempat aman sementara, sementara sebagian harta benda ikut hanyut terbawa arus.
Pihak kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan evakuasi warga terdampak. Tim juga meninjau lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan menilai tingkat kerusakan rumah secara keseluruhan.
Dampak dan Kerugian Warga
Enam rumah yang terdampak mengalami kerusakan mulai dari atap bocor, dinding retak, hingga terendam lumpur setinggi satu meter. Warga yang rumahnya terdampak mengaku kesulitan untuk menyelamatkan perabotan karena air datang dengan cepat.
Beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tempat pengungsian sementara yang disediakan pemerintah setempat. Selain kerusakan fisik, warga juga menghadapi kesulitan akses air bersih dan listrik akibat banjir.
BPBD mencatat kerugian awal warga cukup signifikan, termasuk barang elektronik, peralatan rumah tangga, dan dokumen penting yang rusak. Pihak berwenang masih melakukan pendataan lengkap untuk menentukan bantuan darurat yang diperlukan.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Pangandaran, Puluhan Rumah Warga Rusak
Penanganan Darurat dan Bantuan
BPBD dan pemerintah kota Cimahi bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan selimut kepada korban banjir. Petugas juga membantu membersihkan jalan dan akses utama agar mobilitas warga dapat kembali normal.
Selain itu, tim SAR gabungan dengan TNI dan kepolisian melakukan patroli dan pengawasan di kawasan rawan banjir. Tujuannya agar warga tetap aman dan tidak terjadi korban tambahan akibat arus deras atau longsoran susulan.
Pihak kelurahan Cireundeu juga membuka posko pengaduan dan pusat informasi bencana. Warga dapat melaporkan kondisi rumah dan kebutuhan mereka, sehingga bantuan bisa didistribusikan secara cepat dan merata.
Waspada dan Upaya Pencegahan
Kepala BPBD Cimahi menghimbau warga agar tetap waspada, terutama saat hujan deras atau air sungai mulai meluap. Mereka diminta menyiapkan jalur evakuasi dan menjaga barang berharga di tempat yang lebih tinggi.
Selain itu, pemerintah daerah tengah merancang langkah pencegahan jangka panjang, termasuk normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase, dan pembangunan tanggul sementara di kawasan rawan banjir. Program ini diharapkan bisa mengurangi risiko terulangnya banjir bandang di masa mendatang.
Warga setempat juga diimbau untuk menjaga lingkungan, seperti membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tidak tersumbat. Kolaborasi antara warga, pemerintah, dan tim tanggap darurat menjadi kunci agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari koran.pikiran-rakyat.com