Home / Lingkungan & Bencana / Awas! Jawa Tengah Dihantam Cuaca Ekstrem Jelang Libur Panjang, BMKG Beri Peringatan Keras!​

Awas! Jawa Tengah Dihantam Cuaca Ekstrem Jelang Libur Panjang, BMKG Beri Peringatan Keras!​

Awas! Jawa Tengah Dihantam Cuaca Ekstrem Jelang Libur Panjang, BMKG Beri Peringatan Keras!​

BMKG mengeluarkan peringatan keras bagi warga Jawa Tengah menghadapi cuaca ekstrem menjelang libur panjang, termasuk hujan lebat dan angin kencang.

Awas! Jawa Tengah Dihantam Cuaca Ekstrem Jelang Libur Panjang, BMKG Beri Peringatan Keras!​

Warga Jawa Tengah diimbau waspada! BMKG merilis prakiraan cuaca Selasa (23/12/2025) menunjukkan potensi cuaca ekstrem. Puncak musim hujan hingga Februari 2026 membawa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Penting mengikuti informasi resmi BMKG untuk memastikan keselamatan selama periode rawan bencana.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Jawa Indonesia.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini

Untuk Kota Semarang, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan ringan sepanjang hari ini, Selasa (23/12/2025). Suhu di ibu kota Jawa Tengah ini diperkirakan akan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang cukup tinggi. Warga diimbau untuk selalu membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, Kabupaten Semarang diprediksi akan mengalami hujan sedang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan genangan air di beberapa titik, terutama di daerah dataran rendah. Suhu udara di Kabupaten Semarang diperkirakan lebih sejuk, yaitu antara 22 hingga 28 derajat Celsius, sehingga masyarakat diharapkan menjaga kesehatan.

Beberapa wilayah lain di Jawa Tengah juga tidak luput dari potensi hujan. BMKG secara rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca untuk memberikan gambaran lengkap kondisi atmosfer. Masyarakat dapat memantau informasi ini melalui kanal resmi BMKG agar selalu siap menghadapi perubahan cuaca yang cepat.

Puncak Musim Hujan Dan Ancaman Cuaca Ekstrem

BMKG telah memperingatkan bahwa periode Desember 2025 hingga Februari 2026 akan menjadi puncak musim hujan di Indonesia. Hal ini berarti intensitas hujan akan semakin tinggi dan potensi cuaca ekstrem akan meningkat secara signifikan. Kewaspadaan harus ditingkatkan di seluruh lapisan masyarakat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor. Siklon Tropis Senyar, Monsun Asia, dan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Kelvin, dan Rossby, serta daerah-daerah konvergensi, bekerja sama menciptakan kondisi atmosfer yang tidak stabil.

Fenomena-fenomena alam tersebut dapat menyebabkan berbagai dampak, mulai dari hujan lebat, hujan es, angin kencang, hingga gelombang tinggi di perairan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk mempersiapkan diri dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Baca Juga: Kondisi Terkini Wisata Guci Tegal Usai Diterjang Banjir Bandang

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Dan Banjir Bandang

​Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Dan Banjir Bandang​​

Meskipun pemicu cuaca ekstrem dapat bersumber dari daerah tertentu seperti Sumatera bagian utara, dampaknya dapat dirasakan secara luas. Guswanto menekankan bahwa seluruh daerah, termasuk sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara, perlu tetap waspada terhadap potensi bencana.

Wilayah-wilayah tersebut berisiko tinggi mengalami hujan lebat yang dapat memicu banjir bandang. Kondisi geografis dan topografi di beberapa daerah ini meningkatkan kerentanan terhadap luapan air. Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal banjir dan memiliki rencana evakuasi yang jelas.

Selain banjir, ancaman lain yang menyertai cuaca ekstrem adalah tanah longsor, terutama di daerah perbukitan atau lereng. BMKG terus memantau pergerakan cuaca dan akan memberikan peringatan dini jika ada potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga.

Komitmen Informasi Dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Cuaca ekstrem yang diuraikan meliputi hujan lebat, hujan es, angin kencang, dan gelombang tinggi. Setiap elemen cuaca ini memiliki potensi merusak dan membahayakan, sehingga informasi yang akurat dan tepat waktu menjadi kunci dalam upaya mitigasi risiko.

Dalam situasi ini, KOMPAS.com berkomitmen untuk terus menyajikan fakta jernih dari lapangan, mendukung jurnalisme yang kredibel dan informatif. Informasi yang akurat dapat membantu masyarakat dalam membuat keputusan yang tepat untuk keselamatan mereka dan keluarga.

Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penentu dalam menghadapi musim hujan ekstrem ini. Dengan memahami prakiraan cuaca, mengenali potensi bahaya, dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang, kita dapat mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana alam.

Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari jawapos.com
  • Gambar Kedua dari detik.com
Tagged: