Ritual mencari harta karun di Bandung berujung tragis, dua orang tewas tertimbun saat kegiatan yang memicu kepanikan warga.
Warga Bandung digegerkan tragedi saat ritual mencari harta karun berubah malapetaka. Dua korban tewas tertimbun, memicu kepanikan dan sorotan publik Jawa Indonesia.
Tragedi Di Bandung: Ritual Harta Karun Berujung Maut
Bandung digegerkan insiden tragis di Jalan Terusan Sindang Barang, Kecamatan Antapani, pada Kamis (5/2/2026). Sebuah galian kolam renang runtuh saat tiga orang melakukan ritual di dalamnya.
Dua korban meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan, sedangkan satu korban lainnya selamat meski mengalami luka-luka. Kejadian ini memicu perhatian luas warga dan aparat setempat.
Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung segera melakukan evakuasi terhadap korban. Kepala Disdamkarmatan, Soni Bakhtiyar, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Identitas Korban Dan Kronologi Kejadian
Korban meninggal adalah Muhammad Nizar Hafidhul (25) dan Rika Yuliana (40). Sementara korban selamat, Fitri Handayani (47), mengalami luka dan mendapat perawatan.
Menurut Soni, galian kolam renang tersebut sudah mencapai kedalaman sekitar 2 meter. MNH sebelumnya telah menyelesaikan penggalian, dan kemudian FH serta RY ikut turun untuk melakukan ritual.
Tidak lama setelah turun, struktur tanah dan pondasi di sekitar galian gagal menahan beban. Beton sisa bekas dudukan mesin huller padi seberat lebih dari satu ton runtuh, menimpa MNH dan RY. FH terkena reruntuhan ringan dan berhasil menyelamatkan diri.
Baca Juga: Vonis Mengejutkan! Pembunuh Mantan Pacar di Kendal Dihukum Mati
Penyebab Runtuhnya Galian
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa reruntuhan terjadi akibat kondisi pondasi yang tidak stabil. Material beton dan tanah di sekeliling galian tidak mampu menahan beban.
Selain itu, adanya penggalian tambahan untuk ritual diduga memperlemah struktur tanah. Runtuhnya lantai di sisi lain memperparah kondisi di dasar galian.
Tim Disdamkarmatan menekankan pentingnya keselamatan dalam aktivitas di area konstruksi atau galian. Mereka menyoroti bahwa struktur yang tidak diperkuat berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan fatal.
Kaitan Dengan Ritual Harta Karun
Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, mengungkapkan bahwa korban melakukan ritual untuk mencari harta karun. FH, korban selamat, sebelumnya memberi arahan lokasi penggalian.
Menurut keterangan FH, ritual ini bertujuan menemukan satu peti harta karun di sekitar bekas penggilingan padi. MNH dan RY turun ke galian untuk menggali titik yang ditentukan.
Sementara itu, polisi masih memeriksa FH untuk mengetahui lebih lanjut motif di balik ritual dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana yang memicu kematian dua korban.
Penanganan Dan Proses Hukum
Polisi telah membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti dan kemungkinan kelalaian. Pemeriksaan FH menjadi bagian penting dari proses hukum.
Selain itu, aparat juga mengumpulkan bukti terkait kondisi galian dan struktur bangunan. Ini termasuk memastikan apakah pelaku mengikuti prosedur keselamatan yang seharusnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan ritual atau kegiatan di area galian. Penegak hukum menekankan pentingnya pengawasan ketat agar tragedi serupa tidak terulang.
Dampak Dan Peringatan Keselamatan
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Warga sekitar juga mengaku terguncang dan berharap ada edukasi keselamatan lebih baik.
Dinas Pemadam Kebakaran mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di galian tanpa pengawasan profesional. Rekomendasi keselamatan di area konstruksi dan penggalian harus selalu diterapkan.
Selain itu, kejadian ini menyoroti risiko ritual atau praktik mistis di lokasi berbahaya. Masyarakat diminta untuk mengutamakan keselamatan, bukan sekadar mengejar praktik tradisi atau kepercayaan tertentu.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari id.pngtree.com