Banjir di Pati bertahan hampir 3 pekan, Pemkab minta pembangunan sodetan Sungai Juwana untuk atasi genangan dan evakuasi air.
Banjir yang melanda Pati hampir tiga pekan lamanya menimbulkan keresahan warga dan kerusakan infrastruktur. Pemkab setempat kini mendorong pembangunan sodetan Sungai Juwana sebagai langkah strategis menanggulangi genangan air dan mencegah banjir susulan.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat aliran air dan meminimalkan dampak bagi masyarakat Jawa Indonesia yang terdampak.
Dampak Banjir Berkepanjangan Di Pati
Banjir di Kabupaten Pati masih bertahan hampir tiga pekan, melanda 50 desa di tujuh kecamatan. Warga terus menghadapi kesulitan akibat genangan air yang belum surut.
Menurut Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, rumah yang terendam mencapai 3.650 unit dengan total 4.606 kepala keluarga terdampak. Sawah yang ikut terendam seluas 4.475 hektare dengan kerugian diperkirakan Rp 12,658 miliar.
Jumlah pengungsi tercatat 447 KK atau 1.096 jiwa. Permukiman di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, masih terendam 30–50 sentimeter, terutama rumah dengan lantai rendah, sehingga aktivitas warga sehari-hari sangat terganggu.
Usulan Sodetan Sungai Juwana
Pemerintah Kabupaten Pati mengusulkan pembangunan sodetan Sungai Juwana sebagai solusi jangka panjang. Sodetan ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di masa depan dan mempercepat aliran air.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan panjang sodetan yang dikaji mencapai 11 kilometer dengan lebar 9 kilometer. Kajian ini masih dalam tahap perencanaan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Selain sodetan, normalisasi sungai tetap menjadi fokus jangka pendek. Pemerintah memerintahkan pembersihan sampah dan pengerukan sungai, termasuk pengangkatan eceng gondok, untuk memperlancar aliran air dan mengurangi genangan di pemukiman.
Baca Juga:Â Perahu Terbalik, Dua Nelayan Kebumen Selamat Setelah Berenang ke Pantai
Penanganan Jangka Pendek Dan Bantuan Warga
Langkah penanganan jangka pendek sudah dilakukan dengan membersihkan sungai dari sampah dan eceng gondok. Normalisasi ini penting untuk mencegah banjir bertambah parah saat hujan deras turun.
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Sebanyak 308 ton bantuan dari Badan Pangan Nasional disalurkan untuk 60 ribu jiwa dengan pendataan berbasis NIK agar tepat sasaran.
Pihak Pemkab Pati juga menyiapkan posko dan dukungan logistik bagi pengungsi. Bantuan ini diharapkan meringankan beban warga yang kehilangan sebagian harta dan mata pencaharian akibat banjir yang berlangsung hampir tiga pekan.
Tantangan Dan Harapan Pemkab Pati
Kondisi banjir berkepanjangan menunjukkan pentingnya mitigasi bencana jangka panjang. Pemkab berharap pembangunan sodetan Sungai Juwana bisa menurunkan risiko banjir di masa mendatang.
Koordinasi dengan BBWS menjadi kunci agar proyek sodetan berjalan efektif dan sesuai rencana. Pembangunan ini juga disertai kajian teknis dan analisis dampak lingkungan untuk memastikan keberlanjutan.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah. Dukungan logistik dan bantuan jangka pendek akan terus diberikan sambil menunggu realisasi sodetan dan normalisasi sungai agar banjir di Pati tidak lagi berlarut-larut.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari suaramerdeka.com

