Empat pekerja tewas tertimbun longsor saat membangun lapangan mini soccer di Jatinangor, menimbulkan duka dan keprihatinan.
Duka menyelimuti Dusun Wates, Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang. Empat pekerja konstruksi tewas tertimbun longsor material Tembok Penahan Tebing (TPT) saat sedang membangun lapangan mini soccer pada Senin (29/12/2025). Insiden tragis ini menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan kerja dan evaluasi konstruksi di area rawan bencana.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Jawa Indonesia.
Tragedi Maut di Lokasi Pembangunan
Peristiwa nahas mengguncang proyek pembangunan lapangan mini soccer di Dusun Wates RT 01/01, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pada Senin (29/12/2025), empat orang pekerja konstruksi tewas setelah tertimbun material longsor. Insiden ini terjadi secara tiba-tiba, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Longsor terjadi ketika tebing setinggi sekitar 7 meter dengan lebar 10 meter runtuh secara mendadak. Material tanah dan beton menimpa enam pekerja yang sedang beraktivitas di area proyek tersebut. Kecepatan longsor membuat para korban tidak sempat menyelamatkan diri, mengakibatkan tragedi yang tak terhindarkan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Bandung, Mochamad Adip, mengonfirmasi bahwa total korban dalam peristiwa tersebut berjumlah enam orang. Empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua pekerja lainnya berhasil selamat dari maut. Ini merupakan musibah besar bagi komunitas pekerja konstruksi.
Evakuasi Heroik Dan Identifikasi Korban
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan, segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berjalan lancar meskipun membutuhkan upaya keras untuk menyingkirkan material longsor. Peralatan berat dan kerja manual digunakan untuk mencapai para korban.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.00 WIB,” ujar Adip. Beliau menambahkan bahwa tidak ada lagi korban yang tertimbun material longsor setelah proses evakuasi selesai. Kesigapan tim penyelamat patut diacungi jempol dalam kondisi darurat tersebut.
Dua korban yang selamat diketahui bernama Dian (41) dan Ahmid (71), keduanya merupakan buruh kuli asal Desa Cisempur. Mereka sempat tertimbun sebagian material sebelum akhirnya berhasil diselamatkan. Sementara itu, jenazah empat korban meninggal dunia langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jatim Sabtu 3 Januari 2026: Hujan Ringan Mengintai Beberapa Kabupaten dan Kota
Penyelidikan Dan Dugaan Penyebab
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti longsornya Tembok Penahan Tebing (TPT) tersebut. Berbagai faktor sedang dianalisis untuk mengungkap akar permasalahan tragedi ini. Proses ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dugaan sementara mengarah pada faktor struktur tanah dan kondisi konstruksi di lokasi proyek. Kondisi geologis daerah rawan longsor seringkali menjadi pemicu, ditambah lagi jika standar keamanan konstruksi tidak terpenuhi. Penyelidikan akan menelaah aspek teknis dan non-teknis.
Kualitas material dan metode pembangunan TPT juga menjadi fokus utama penyelidikan. Apakah ada kelalaian dalam perencanaan atau pelaksanaan proyek? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab melalui pemeriksaan ahli dan bukti-bukti lapangan yang terkumpul oleh pihak berwenang.
Peringatan Serius Untuk Keselamatan Kerja
Peristiwa tragis ini menjadi peringatan serius terkait pentingnya keselamatan kerja, khususnya di proyek konstruksi yang berada di wilayah dengan kontur tanah rawan longsor. Perusahaan konstruksi dan pengembang harus lebih memperhatikan aspek keamanan para pekerja. Keselamatan adalah investasi, bukan biaya.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja dan kelayakan konstruksi di seluruh proyek. Inspeksi ketat harus dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan.
Dampak dari kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat kelalaian dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Kesejahteraan dan keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama.
Jangan lewatkan update berita seputaran Jawa Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari terkenal.co.id
- Gambar Kedua dari konteks.co.id

